Minggu, 22 Mei 2011

- CR7 Puji Rekan-Rekan Timnya

Madrid
- Cristiano Ronaldo secara khusus mempersembahkan gelar El Pichici kepada rekan-rekan satu timmnya. Bintang Real Madrid itu menyatakan dirinya sendiri tak mungkin bisa menciptakan 40 gol.

Ronaldo dinobatkan sebagai El Pichichi di La Liga 2010/2011 dengan 40 gol yang dicetaknya. Pemain asal Portugal itu juga sekaligus mencatatkan rekor baru sebagai pemain tersubur dalam satu musim Liga Spanyol, unggul dua gol atas rekor lama milik Telmo Zarra dan Hugo Sanchez.

Pencapaian pemain yang diboyong ke Santiago Bernabeu dengan harga Rp 1,3 triliun ini tak pelak mendatangkan pujian. "Jumlah gol Cristiano Ronaldo sangat luar biasa. Dia berbakat, kuat, dan ambisius. Dia berhasil memecahkan rekor karena dia memang luar biasa," lugas asisten pelatih Aitor Karanka seperti dilansir situs resmi klub.

"Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang sangat bagus dan jumlah gol-nya sungguh heroik. Dia dicintai siapa pun dan kontribusinya kepada tim sangatlah penting," imbuh general manajer Jorge Valdano.

Ronaldo sendiri menyebut bahwa peran rekan-rekan satu timnya sangatlah besar di balik 40 gol yang berhasil dia ciptakan. "Satu-satunya alasan saya mencetak begitu banyak gol adalah karena rekan-rekan satu tim saya, dan saya merasa sangat apresiatif untuk itu semua. Gelar El Pichichi ini untuk rekan-rekan dan juga fans," seru eks pemain Manchester United itu.

"Saya tak mungkin bisa mencetak 40 gol di La Liga tanpa rekan-rekan satu tim," lanjut pemain berkebangsaan Portugal itu.

Prestasi individu dan rekor telah dicetak oleh Ronaldo. Namun begitu tetaplah ada yang kurang karena segala pencapaian positif itu belum dibarengi dengan hadirnya trofi La Liga. Namun begitu CR7 menilai bahwa produktifitas gol Los Blancos menjadi sesuatu yang patut diperhitungkan.

"Kami bahagia bisa mengakhiri musim ini dengan gaya. Tidak mudah mencetak 102 gol, jadi saya angkat topi kepada teman-teman satu tim. Pelatih ingin mengakhiri musim dengan mencetak banyak gol untuk memulai musim baru dengan ambisi, dan kami melakukannya."

"Akan sulit memang untuk bisa mencetak gol sebanyak ini di kesempatan selanjutnya, namun tidak ada yang mustahil dan saya akan bekerja keras untuk mewujudkannya," pungkas Ronaldo.
- Dahsyatnya Lini Depan Real Madrid

Jakarta - Kemenangan 8-1 yang diraih pada pekan penutup La Liga menegaskan tajamnya barisan depan Real Madrid. Meski kalah atas Barcelona dalam dua musim terakhir, El Real selalu mampu lebih unggul dalam produktivitas gol atas seterunya itu.

Delapan gol yang dilesakkan ke gawang Almeria mengantar Madrid menyudahi musim dengan total membuat 102 gol. Jumlah tersebut membuat skuad besutan Jose Mourinho mengalahkan Barcelona, yang dengan tiga golnya ke gawang Malaga membuat mereka mengoleksi 95 gol.

Ini bukan kali pertama Los Merengues mengalahkan Barcelona dalam hal produktivitas karena musim lalu mereka juga berhasil jadi tim paling subur. Menyudahi kompetisi di urutan dua, Iker Casillas cs berhasil 102 kali menjebol gawang lawan. Di saat yang bersamaan Barca membuat 98 gol.

Dikutip dari Opta, Madrid pun menjadi klub liga Spanyol pertama yang mampu mencetak lebih dari 100 gol dalam dua musim berturut-turut.

Dari 102 gol yang dibuat Madrid musim ini, 61 di antaranya tercipta di Santiago Bernabeu sementara 41 lainnya saat menjalani laga tandang. Dan superioritas Madrid dalam mencetak gol tentunya tak bisa dilepaskan dari seorang Cristiano Ronaldo.

Memasuki musim keduanya membela Madrid, Ronaldo akhirnya berhasil meraih gelar Pichichi alias pemain tersubur. Hebatnya lagi, CR7 mencatatkan torehan tersebut dengan penuh gaya karena dia juga memecahkan rekor gol La Liga setelah sepanjang musim ini melesakkan 40 gol.

Karim Benzema tercatat sebagai top skorer kedua Madrid di La Liga musim ini dengan 13 gol yang dia sumbangkan. Di belakangnya ada Gonzalo Higuain (10), Kaka (7) serta Mesut oezil dan Angel Di Maria yang masing-masing melesakkan enam gol.
- Super Depor Terdegradasi

Jakarta - Deportivo La Coruna berhasil menjuarai Liga Spanyol di tahun 2000. Namun kekalahan di pekan terakhir musim 2010/11 memaksa Super Depor terdegradasi ke Divisi Dua.

Adalah kekalahan 0-2 atas Valencia yang membuat Depor harus menerima nasib buruk meninggalkan La Liga Primera. Makin menyesakkan, hasil tersebut mereka dapat justru saat bermain di kandang sendiri, Stadion Riazor, Minggu (22/5/2011) dinihari WIB.

Sebelum pertandingan tersebut Deportivo sesungguhnya berada dalam posisi aman, urutan 17 dengan poin 43. Mereka unggul satu angka atas Real Zaragoza sebagai klub teratas di zona merah.

Namun saat Manuel Pablo dkk tak mampu meraih poin atas El Che, di pertandingan lain Zaragoza menundukkan Levante dengan 2-1. Depor pun duduk di posisi 18 klasemen akhir dengan poin 43 atau kalah dua poin atas Zaragoza di atasnya.

Menemani Deport terdegradasi adalah Hercules (posisi 19, poin 35) dan Almeria (posisi 20, poin 30).

Sebagai juara, runner up dan penghuni posisi ketiga, Barcelona, Real Madrid dan Valencia berhak langsung lolos ke Liga Champion. Sedangkan Villarreal yang menempati urutan empat harus terlebih dulu melewati babak play off kompetisi antarklub terbaik Eropa tersebut.

Sevilla yang finis di posisi lima dan Athletic Bilbao di urutan enam mendapat tiket ke babak play off Liga Europa. Sedangkan Atletico Madrid di posisi tujuh klasemen akhir berhak masuk ke babak kualifikasi tiga Liga Europa.